Site icon Get Lost Safely

⛰️ Materuni Homes: Tur Kopi, Gunung Kilimanjaro & Masalah Pembayaran

Materuni Homes Review, coffee tour, Materuni waterfall

Materuni Homes Review, coffee, waterfall and Mount Kilimanjaro

Materuni Homes merupakan tempat unik berlatar pemandangan ke Gunung Kilimanjaro, gunung tertinggi di Afrika. Tempat ini menjadi salah satu pemberhentian penting dalam petualangan kami mengelilingi Afrika Timur setelah perjalanan  darat yang panjang. Meskipun perjalanan mencapai Materuni Homes tidak mudah, petualangan tersebut benar-benar sepadan. Terletak tinggi di atas kota Moshi, tempat ini lebih dari sekedar penginapan; ini adalah sebuah pengalaman kaya budaya lokal.

Menuju ke Materuni Homes: Jalan Penuh Tantangan

Naik kembali ke bis setelah mendapatkan Visa on Arrival di perbatasan. Menyeberangi perbatasan Lunga-Lunga One Stop Border Cross Kenya-Tanzania via jalur darat.

Perjalanan ke Materuni Homes adalah lanjutan dari perjalanan darat yang mengasyikkan. Kami menyewa mobil dan mengemudi mandiri dari kota Tanga di Tanzania. Sebelumnya, kami datang dari Kenya menggunakan angkutan bis dan menyeberang ke Tanzania. Dari Tanga kami menginap 2 malam di Kota Lushoto, mendaki ke sebuah air terjun dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Moshi. Setelah meninggalkan Materuni Homes, kami melanjutkan perjalanan ke Maji Chai, lalu ke Arusha dan selanjutkan ikut tur impian ke Taman Nasional Serengeti. Setelah safari kami, kemudian meneruskan perjalanan ke Dar es Salaam.

Hutan asri di sepanjang jalan tak beraspal menuju ke Materuni Homes, Moshi, Tanzania.

Karena kami mengemudi mandiri, pihak penginapan dengan baik hati mengirimkan pegawainya untuk menjemput kami di kota terdekat, kota Moshi. Ia kemudian memandu kami sampai ke Materuni Homes. Bantuan yang sangat kami hargai! Sejujurnya, jalan mendaki ke penginapan tersebut cukup menantang, terutama untuk pengemudi asing seperti kami. Saya sangat menyarankan para turis lainnya untuk menggunakan jasa supir lokal atau menggunakan mobil 4×4 agar perjalanan menjadi lebih nyaman dan mudah. Untung saja hari itu tidak hujan dan kondisi jalannya tidak jadi lebih buruk. Tetapi… setelah sampai di sana, kedamaian dan suasananya langsung buat kita lupa akan perjuangan penuh tantangan tadi.

Penginapan dan Pemandangan Gunung Megah Kilimanjaro

Ruang inap dan kamar mandi luas di Materuni Homs, Tanzania.

Kami memesan kamar yang lebih besar dengan dua tempat tidur. Ruangan ini tidak punya pemandangan langsung ke Gn. Kilimanjaro yang sangat kami dambakan. Meskipun demikian, kamarnya bersih dan nyaman—tempat istirahat mewah setelah perjalanan panjang yang melelahkan.

Kedatangan kami sore itu disambut Gunung Kilimanjaro.

Salah satu momen ajaib selama trip di Tanzania. Makan pagi bersama keluarga di depan Gunung Kili.

Ruang makan di sana merupakan sebuah ruangan terbuka yang membingkai elok gunung megah tertinggi di benua Afrika tersebut. Pagi harinya, makan pagi kami disajikan di halaman penginapan berlantai rumput dan beratap langit. Kami benar-benar beruntung pagi itu, si gunung pemalu itu menunjukkan kemegahannya di pagi yang cerah dan sejuk. Setelah selesai makan pagi dan juga pagi berikutnya, ia diselimuti kabut dan awan tebal. Ini menjadi pengingat bahwa kesempatan menikmati pemandangan elok itu adalah anugerah sejati dari alam dan Sang Pencipta.

Elok benar gunung tertinggi Afrika ini, ada salju abadinya juga dilihat dari kejauhan. Gn. Kilimanjaro dilihat dari Materuni Homes.

🍽️Permata Kuliner Tak Terduga

Salah satu hidangan lezat di penginapan Materuni, Moshi, Tanzania.

Makan siang dan malam juga disajikan di sini, pembayarannya tidak termasuk dalam harga menginap. Tidak ada banyak tempat makan lainnya di sekitar sini karena lokasi penginapan yang benar-benar di tengah antah berantah. Untungnya, makanan di sini benar-benar lezat. Tempat ini merupakan salah satu tempat dengan makanan terbaik yang pernah kami coba di Tanzania!

Ruang makan terbuka Materuni Homes dan Kilimanjaro yang mengintip di kejauhan.

Hidangannya sangat bervariasi dan kaya akan bahan-bahan lokal yang segar. Kami bisa mencicipi hidangan lokal setempat yang otentik. Yang paling melekat di ingatan adalah Sup Pisang yang dicampur dengan singkong, semacam kolak asin pisang. Kedengarannya mungkin aneh, nalar saya juga tidak bisa sampai ke imajinasi waktu mendengar menu malam itu. Tapi enak sekali rasanya. Selain sup pisang saya juga mencoba sambal menarik yang beraroma unik dan sangat pedas. Asal punya usul, ternyata itu semacam cabe toraja atau ada juga yang menyatakan itu habanero. Untuk para pemakan anti daging, mereka juga menyajikan menu vegetarian. Jadi aman, para vegetarian juga bisa makan enak di sini.

☕Tur Kopi dan Hiking ke Air Terjun Materuni

Turis asing memperhatikan cara menampi biji kopi di tampah (tur kopi), Materuni Homes, Tanzania.

Materuni Homes adalah pusat kegiatan lokal setempat. Restorannya juga menjadi tujuan makan siang populer bagi para turis lain yang mendaki ke Air Terjun Materuni dan yang mengikuti tur kopi lokal.

Melewati batuan licin dan curam dengan bantuan pagar kayu. Jalan menuju ke Air Terjun Materuni.

Playground alam terbaik, di bawah aliran air terjun setinggi 80-an meter.

Kami juga mencoba tur-tur ini. Pagi hari setelah sarapan, kami pergi trekking ke air terjun Materuni yang cukup ramai turis. Siangnya kami ikut tur kopi yang isinya merupakan penjelasan juga peragaan tentang cara menanam, menumbuk, membersihkan, memanggang biji kopi dan juga cara seduh kopi secara tradisional. Pemandu kamu, bapak Sylvester sangat berpengetahuan luas dan menjawab semua pertanyaan kami dengan sabar.

Pemandu wisata kami, pak Sylvester, menjelaskan semuanya tentang kopi.

Pemandu wisata menuliskan kata “kahawa” di atas serbuk kopi yang baru saja ditapis. Kahawa berarti kopi dalam bahasa setempat.

Bagian paling menyenangkan? Itu sih pada waktu minum kopi yang baru saja dipanggang, enak benaar. (Catatan: Materuni Homes juga menyediakan kelas memasak. Sayangnya, karena keterbatasan waktu kami tidak sempat mencoba.)

🛑Peringatan Penting: Masalah Pembayaran

Meskipun pengalaman menginap di sini luar biasa, kami menemui masalah signifikan selama proses pembayaran. Sayangnya saat kami menginap di sana, mesin pembayaran menggunakan kartu sedang rusak. Akibatnya, kami tidak bisa membayar dengan kartu. Kami mungkin saja hanya kurang beruntung saat itu. Kami menghargai kesabaran pegawai penginapan dan upaya mereka untuk mengkomodasi dan komunikasi dengan manajemen penginapan.

Mentari jingga di antara pepohonan. Sunset dilihat dari kamar kami.

Kami diberi tautan pembayaran online, yang dikenakan biaya yang lebih tinggi.

Saat kami menawarkan untuk melakukan pembayaran dengan mata uang lokal (shilling) atau melalui M-Pesa (uang elektronik), kami akan dikenakan total biaya yang jauh lebih tinggi. Pembayaran lebih ini terutama untuk makanan dan tur tadi. Hal ini merupakan sebuah kejadian yang sangat tidak terduga. Menariknya saat pembayaran dilakukan dengan mata uang lokal (cash ataupun elektronik), kedua anak kami juga di charge. Sementara, apabila pembayaran dilakukan dalam mata uang asing (USD atau Euro), anak-anak kami tidak perlu bayar.

Ketidaksesuaian dan kurangnya konsistensi dalam tagihan ini sangat membingungkan dan mengagetkan untuk kami. Saya sangat menyarankan bagi para wisatawan yang berencana menginap di sini, sebaiknya kalian menyiapkan uang tunai bernilai asing dengan cukup. Dengan demikian kalian bisa menghindari tagihan tambahan tak terduga yang tidak perlu.

Kesan Terakhir

Materuni Homes bukan hanya sekedar penginapan semata, tempat ini menawarkan pengalaman penuh budaya, kearifan lokal serta hidangan-hidangan nikmat yang patut dicoba selama berada di Tanzania. Hanya saja, rencanakan dan pastikan metode serta jumlah pembayaran sebelum kalian ke sini. Untuk lebih amannya, bawa saja uang tunai dalam USD atau Euro. Berdasarkan pengalaman kami, mata uang asing ini diterima di banyak negara-negara Afrika.

 

Facebook Comments
Exit mobile version